SAP: Simak 6 tren di dunia kerja industri 4.0

Jakarta, 28 Juni 2022 – Kecepatan perkembangan industri 4.0 tak hanya menuntut kita untuk menjadi lebih cekatan dan adaptif, melainkan juga mengubah tatanan dan sistem yang sudah ada, termasuk lingkungan kerja. Banyak perusahaan yang harus memprioritaskan efisiensi, personalisasi, dan fleksibilitas ke dalam SOP mereka. Dari sekian banyak prioritas, berikut enam tren dunia kerja masa depan versi SAP:

1. Tenaga kerja hybrid

Situasi pandemi telah memaksa banyak tenaga kerja untuk berekspansi cepat dan mengimplementasikan sistem kerja hybrid. Tren ini kemudian mendorong banyak perusahaan untuk membentuk tim berbasis fungsi dan keterampilan tertentu agar penyelesaian pekerjaan pun tidak harus selalu terpusat di satu tempat.

2. Artificial intelligence (AI) di tempat kerja

Dengan melakukan otomatisasi terhadap tugas yang berulang, maka perusahaan dapat meminimalisir kesalahan dan waktu untuk menyelesaikannya. Para karyawan pun akan lebih fokus pada pemecahan masalah dan tugas-tugas kreatif lainnya. Keberadaan teknologi AI memudahkan perusahaan untuk menganalisis dan menafsirkan Big Data sembari memberikan analisa lain yang akurat.

3. Inklusivitas dan keberagaman pekerja

Penciptaan lingkungan kerja yang inklusif dan beragam telah terbukti berhasil meningkatkan tingkat produktivitas inovasi, kesuksesan dan tingkat kepuasan karyawan secara umum. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh McKinsey, perusahaan AS dengan tingkat keberagaman latar belakang pekerja terbanyak terbukti 36% lebih unggul dari pesaing mereka.

Ketika ditanya mengenai pentingnya memprioritaskan kesejahteraan karyawan di perusahaannya, Andreas Diantoro, Managing Director SAP Indonesia, menyanggupi. “Untuk dapat menarik dan mempertahankan karyawan yang produktif dan kompeten, perusahaan juga perlu menghargai dan mendukung usaha karyawannya. Pemberdayaan teknologi dan solusi termutakhir dapat membantu mereka untuk bekerja dengan lebih efisien dan percaya diri. Banyak perusahaan yang sudah mengadaptasi ‘tren kerja masa depan,’ yang menggunakan ide-ide inovatif dan pemanfaatan solusi-solusi yang dapat mentransformasi lingkungan kerja, tenaga kerja, dan kualitas pekerjaan itu sendiri,” ujarnya.

4. Angkatan kerja multi generasi

Hingga saat ini, tren dan budaya kerja yang diterapkan merupakan lingkungan yang diciptakan oleh generasi baby boomer. Ke depannya, semakin banyak perusahaan yang akan melihat percampuran generasi angkatan kerja. Heterogenitas inilah yang kemudian akan menciptakan berbagai tren yang mengharuskan perusahaan untuk dapat memenuhi berbagai kebutuhan yang berbeda jauh antar generasi. Fenomena ini juga akan mendorong pergerakan yang lebih cepat dalam angkatan kerja.

Untuk itu, perusahaan harus memberikan kesempatan bagi karyawan mereka untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan pribadi serta merencanakan karir dengan baik. Kini, banyak teknologi HR modern dan AI yang dapat mendukung program pengembangan pribadi yang juga dapat memetakan kebutuhan dari masing-masing angkatan kerja.

5. Pelatihan dan peningkatan skill pekerja

Implementasi AI dan teknologi digital teraktual membutuhkan pelatihan khusus. Maka dari itu, perusahaan perlu mengadakan pelatihan rutin yang dapat meningkatkan kemampuan karyawan mereka untuk menggunakan teknologi tersebut. Penggunaan AI dan teknologi baru ini juga kemudian akan membuka pintu bagi berbagai macam inovasi di tempat kerja kelak. Misalnya, memanfaatkan bot untuk membentuk lingkungan kerja yang imersif dan personal sesuai dengan kemampuan dan kenyamanan setiap penggunanya.

6. Mengedepankan kesejahteraan dan keterlibatan karyawan

Sebuah survei di tahun 2020 yang dilakukan terhadap 17.000 karyawan yang tersebar di 20 industri berbeda menunjukkan bahwa meningkatkan keterlibatan karyawan di tempat kerja merupakan faktor terpenting untuk dapat membangun sebuah bisnis yang kokoh dan berperforma tinggi.